Kerana Bibirnya Sumbing, Gadis Ini Dibuang Keluarganya. 30 Tahun Kemudian, Dia Berjaya dan Menjadi Bos Besar. Siapa Sangka, Orangtuanya Datang Mencarinya! Dia pun Terpaksa Melakukan Hal Ini!

Hasmah memiliki seorang abang laki-laki. Kedua orangtuanya, sebut saja pasangan Pak Mat, sebenarnya memang menginginkan seorang anak perempuan, namun kerana Hasmah sumbing, mereka merasa ketika besar, tidak akan ada lelaki yang mau menikahi Hasmah, selain itu juga mungkin menjadi penyebab anak laki-lakinya tidak boleh menemukan pasangan.

Kerana itulah, pasangan Pak Mat akhirnya memutuskan untuk membuang anak gadisnya itu di pinggir jalan.

Ketika itu musim gugur, sepasang suami istri sedang berjalan-jalan, tiba-tiba mereka melihat Hasmah, mereka pun membawanya ke rumah. Pasangan itu sudah menikah selama 8 tahun dan masih belum dikaruniai anak.

Ketika melihat Hasmah, mereka merasa kasihan, meski Hasmah memiliki kekurangan, namun mereka juga tidak tega melihat Hasmah seperti itu.

Encik Azman dan Isteri membuka sebuah restoran kecil, dengan tahu sebagai makanan khasnya. Keluarga Encik Azman dan Isteri ini memang cukup mampu, membiayai makan untuk Hasmah bukan suatu masalah, hanya saja untuk biaya operasi mulut Hasmah, mereka belum mampu.

Orang di sekitarnya mengatakan untuk membawa Hasmah ke panti asuhan saja, tapi mereka menolak. Encik Azman dan Isteri ini kemudian menabung sedikit demi sedikit untuk biaya pengobatan Hasmah ke rumah sakit di kota.

Ketika Hasmah berusia 5 tahun menginjak 6 tahun, Encik Azman dan Isteri pergi ke rumah sakit di kota, dokter mengatakan bahwa Hasmah harus di operasi sebanyak 5-6 kali. Meski biaya operasi tidaklah murah, tapi mereka senang dan melihat adanya harapan.

Dalam sekejap mata, Hasmah sudah menginjak usia 20 tahun, tubuhnya langsing, dan mulutnya sudah tidak sama lagi kerana telah melakukan beberapa operasi. Ia kemudian lulus dari universiti luar negara dan bekerja di sebuah perusahaan produk kedelai, kerana kemampuannya yang luar biasa, ia boleh dengan cepat menduduki posisi manajer.

Ketika ia kembali ke rumahnya, ia berdiskusi dengan orangtuanya (Encik Azman dan Isteri) untuk membuat fabrik pengolahan kedelai sendiri. Keluarganya itu tentu saja mendukung keputusan putrinya.

Dalam satu tahun, fabriknya itu semakin berkembang, Hasmah mulai membalas budi kebaikan orangtua angkatnya dengan membangunkan rumah dua lantai, membelikan mobil, membuat masyarakat desa iri melihatnya. Banyak juga dari mereka yang mengatakan bahwa keputusan Encik Azman dan Isteri mengambil Hasmah sebagai anaknya adalah keputusan yang tepat.

Sebenarnya, ketika Hasmah berusia 15 tahun, Encik Azman dan Isteri sudah memberitahu Hasmah mengenai identitasnya. Hasmah pun mengatakan kepada mereka bahwa ia selamanya hanya memiliki satu orangtua, yaitu Encik Azman dan Isteri. Hal ini membuat Encik Azman dan Isteri senang dan bersyukur.

Di tahun ketiga, bisnisnya itu semakin sukses. Tiba-tiba sepasang suami istri datang dan berbicara ke Hasmah, yang juga disaksikan oleh orangtua angkatnya: “Hasmah, apa kamu mengenal kami? Kami adalah orangtua kandungmu. Ya, kami barulah orangtuamu yang sebenarnya. Ketika itu kamu ada abang laki-laki, kerana kami tidak mampu merawatmu baru… Tolong maafkan kami, ketika itu kami benar-benar tidak ada pilihan.”

Hasmah dan orangtua angkatnya kaget, Hasmah kemudian menjawab: “Aku adalah anak mereka! Selamanya mereka adalah ayah dan ibuku, tidak ada yang kedua! Siapa yang membuangku di pinggir jalan? Siapa yang membawaku pulang ke rumah? Siapa yang tidak menyukaiku? Siapa yang menganggapku sebagai anak mereka? Dan siapa yang membiayaiku untuk operasi? Semua hal ini aku ingat. Memang kalian yang membawaku ke dunia ini, tapi mereka lah yang memberiku kehidupan!”

Pasangan Pak Mat (orangtua kandung Hasmah) ketika itu langsung terdiam, tidak tahu harus berkata apa saking malunya. Akhirnya, Hasmah pergi ke kantor untuk mengambil secarik amplop dan ia berikan kepada orangtua kandungnya.

Kemudian, orangtua kandung Hasmah pun pulang, sesampainya di rumah, mereka baru membuka amplop itu, ternyata di dalamnya ada selembar cek wang 5000 dan sepucuk surat, isinya: “Terima kasih telah membawaku ke dunia, mulai hari ini sebaiknya kita tidak bertemu lagi!”

Wah! Bagaimana pendapat Sobat Cerpen mengenai cerita ini? Jangan lupa share artikel ini ke teman-temanmu ya!

Sumber: lookforward

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *